luv.. luv.. luv..

February 2nd, 2009 by muana

menjemputku di Jakarta… senantiasa berusaha membuatku bahagia… mengerjakan tugas kuliahku dari larutnya malam hingga pagi menjelang…

jalan-jalan teyuuuuuuuus...

jalan-jalan teyuuuuuuuus...

Arriving di Banda Aceh… doooooo senengnya… welcome home babe…

finally... Sultan Iskandar Muda Airport

finally... Sultan Iskandar Muda Airport

Selalu mengajakku jalan-jalan… “dede bebi juga pasti seneng diajak ke pantai yang..” hehehe

Pantai Ujong Batee.. I luv beach

Pantai Ujong Batee.. I luv beach

Bersedia mengantarkanku.. selalu.. di luang waktunya..

do you know babe, aku memujamu.. :-)

do you know babe, aku memujamu.. :-)

I just wanna say.. “I Love U.. I Love U.. I Love U.. I Love U.. I Love U”

senyumlah selalu untuk kyu babe... :)

senyumlah selalu untuk kyu... :)

Ngidam ?

October 28th, 2008 by muana

Berada di Lhokseumawe selama lebih kurang 4 tahun (akhir 2004-pertengahan 2008) Memberikan banyak pengalaman dan sensasi dalam hidupku. Selama 4 tahun itu aku merasakan berada ditengah-tengah intisari kehidupan keAcehanku. selama ini aku dibesarkan di Langsa yang konon heterogen meskipun masih berada di wilayah provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, sehingga aku tak begitu merasakan nuansa keAcehan yang lebih homogen, melanjutkan pendidikan di Medan dan sekarang aku berada di kota tempat dimana pusat kekuasaan tertinggi negeri ini berada, juga dalam rangka melanjutkan studiku, mencoba untuk merasakan ruh-ruh komunikasi, belajar dari guru-guru yang penuh dedikasi untuk perkembangan keilmuan, berharap dapat menemukan saripati manusia komunikasi-komunikasi manusia (hehehehe). Aku begitu merindukan Lhokseumawe. entah kenapa. aku merindukan pantainya meskipun tak terawat, aku merindukan masakan-masakannya yang cocok sekali dengan lidahku, aku merindukan kehangatan yang berbeda, aku merindukan berbagai kontroversi yang pernah kualami disana, aku merindukan teman-temanku, aku merindukan tempat hangout dimalam hari yang meskipun sangat terbatas tetapi tetap hangat dengan teman-teman yang butuh hiburan juga (hehehe), aku merindukan tenis, aku merindukan soto endang, sambal belacan rumbia, mie kuah pedas bang baka, martabak duren, tirom RM Tiara, mie Bangladesh, kelapa muda Ujong Blang, mujair kuah pliek rumbia, dan semua makanan yang pernah kunikmati disana. tastenya PASSSSS!! di lidah tradisionalku. Udara bersih tanpa kemacetan (kecuali ada perbaikan jembatan Cunda. hehehehe). Aku merindukan semua itu……. ngidam bu’ gw… hiks hiks

No Title 2

October 20th, 2008 by muana

Aku diminta cecek Alma untuk menulis tentang perkembangan kandunganku di blog. Bukannya ga mau. Tapi tugas yang menumpuk, ditambah lagi kondisi adaptasi tubuhku dengan kondisi kehamilan ini (baca: morning sickness) membuat manajemen waktuku semakin kacau (karena sebelumnya juga memang sudah kacau) hehhehehehe. Setiap minggu tugas-tugas kuliah sudah membayang-bayangi setiap detik yang kulewati (kesannya berat sekali ya?). Tapi kenyataannya memang berat buatku yang sudah terbiasa memenej waktu sesuai moodku. Jauh dari suami dan keluarga disaat-saat seperti ini membuatku mau tak mau harus kuat menghadapi semua “persoalan-persoalan” ini sendiri. ga kuaaaaaaaaaaaaat. hiks tapi harus bagaimana lagi?? “Ini pilihan gw”.. support penuh sudah aku dapatkan dari Fanda tersayang serta keluarga. Apalagi????

Abstrak

September 22nd, 2008 by muana

teori-teori itu… menari-nari dikepalaku… seperti bintang-bintang… ah.. bukan.. bintang bercahaya dan bisa dianalogikan begitu mudah untukku menyerap semua itu..

Ia.. Seperti burung-burung yang menari-nari dikepalaku.. kemudian gelap.. dan aku tak tahu apa yang terjadi.. Dan.. semuanya hilang begitu saja.. arghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh… begitu sulitkah mengolah simbol-simbol abstrak itu menjadi lebih kongkrit???????? begitu sulitkah untuk membahasakannya sesuai dengan level inteligensiaku?? morning sicknesskupun berubah menjadi day sikcness, afternoon sickness, anytime sickness.. berat.. positivism, constructionism, critical, dependensia, psychological, sociocultural, and so forth..

No Title 1

August 26th, 2008 by muana

Sekarang saya punya kebiasaan baru mendengarkan radio cosmopolitan fm jkt. Ketika bangun tidur, lagi bete, baca majalah, radio terus saja menyala. Dan jarang sekali saya menukar ke siaran radio yang lain. Tadinya saya berpikir bahwa radio cosmopolitan tak akan jauh berbeda isi siarannya dengan majalahnya yang dulu sering saya baca (sekarang tdk lagi. boseeeeen seeeee… isinya melulu berputar di situ-situ saja. hanya sedikit berbeda cara mengupasnya). Ternyata, radionya lebih… apa ya.. lebih "kena" dengan keseharian kita. beda dengan majalahnya yang terkesan kosmopolit abizzz. Siarannya juga tak jarang membahas soal anak (secara sekarang saya ibu-ibu) baik segi education atau persoalan yang muncul dalam kehidupan keseharian modern women (??). seru, lucu, gokil, dan juga pas dengan usia saya saat ini. mau dengerin prambors atau hardrock kok sepertinya ga cocok lagi ya?? hehehehehe ingat umur dong de.. Makin kesininya rasa-rasanya waktu semakin cepat berputar. Tanpa terasa sebentar lagi sudah memasuki bulan Ramadhan. Puasa lagi.. sendiri lagi.. balik ke Jkt lagi.. kuliah lagi.. ninggalin Fanda lg.. Dalam sebulan ini saja saya 2x bolak-balik Jkt-Aceh.. hiks hiks.. Gonna miz my hubby a lot..

Lovely August

August 7th, 2008 by muana

Copy_of_img_2731_1Foto ini adalah proses pemakaian inai bagi calon pengantin wanita (Dara Baro) di Aceh. Tangan dan kaki saya dipoles inai dengan pola yang cantik, sehingga hasil akhirnya menyerupai sarung tangan dan kaus kaki renda yang cantik pula. Hehehehe seperti orang India, cantik sekali. Agak membosankan memang, karena saya tak bisa melakukan apapun selama 5 jam sampai daun inai menjadi kering dan bisa dibersihkan, hingga warna yag dihasilkan dari daun inai melekat di kulit saya. Kalau ada bagian tubuh saya yang gatal, maka saya membutuhkan tangan orang lain untuk menggaruknya. hehehehehe. Nah, saya kesulitan sekali ketika ingin buang air kecil. OMG!! 5 jam lama sekali. Tapi apa boleh buat, demi hasil yang maksimal. pemakaian inai dilakukan selama 3x dihari yang berbeda hingga warna yang dihasilkan menjadi benar-benar sesuai yang diinginkan. Tradisi yang menyenangkan. Entah kenapa, saya sangat menyukai proses pemakaian inai ini meskipun tak sabar menunggu keringnya inai di tubuh saya dan menikmati hasil karya seni sang bidan inai.

Setelah menikah, saya akan melanjutkan studi saya. Berdasarkan rencana, 14 Agustus saya akan meninggalkan Aceh. Pfiuh.. agak berat kali ini. Sebelumnya, saya bisa pergi kemana saja dalam jangka waktu yang lama tanpa perlu merasa ada sesuatu yang tertinggal. tapi kali ini, saya tak tahu apakah saya mampu. Tentang sekolah, saya sudah mendiskusikan dengannya. Dan ia tak keberatan jika saya melanjutkan studi hingga Doctor. Sungguh, saya semakin mencintainya karena ini. Thanks alot mY FaNDa… Awalnya, kita merencanakan untuk berdua bersama-sama melanjutkan studi berbarengan. Tapi ternyata saat ini mungkin kesempatan lebih dahulu menghampiri saya. Tak apalah… Semua rencana bisa berubah.. Hanya saja, apakah kita bisa menyesuaikan diri dengan perubahan atau malah menyesalinya. Tapi toh penyesalan tak akan menghasilkan apapun kecuali kekecewaan. My Lovely August… Hadiah istimewa untuk saya :)

ZeRi, KiKi DaN SaYa

May 15th, 2008 by muana

Img_1374_1

Saya mempunyai dua orang sahabat laki-laki yang… rendezvous hanya dilakukan ketika libur lebaran tiba. Unik menurut saya. Persahabatan kita dimulai justru ketika kita duduk di bangku kuliah, padahal, kita satu sekolah dari SMP. Mereka menjadi teman yang begitu menyenangkan untuk bertukar pikiran dan meninggalkan kesan di hati saya. Saya dan Kiki sama-sama kuliah di USU pada Fakultas yang berbeda. Sedangkan Zeri di Unpad (Makanya jadwal pertemuan yang tak pernah diagendakan selalu pada peak season Idul Fitri di Langsa. Secara kita semua pulang ke kampung halaman yang sama).

Saya akan memulai dari Zeri. Pria ikal (?) ini adalah teman sekelas saya di kelas 1 SMP dulu. Tapi tak lama. Karena sebelum naik ke kelas 2, Zeri sudah harus pindah ke Takengon mengikuti orang tuanya yang pindah tugas (alasan yang baru saya konfirmasi ketika kita sudah kuliah) dan melanjutkan SMA di Banda Aceh (juga belakangan baru saya ketahui). Zeri begitu melekat di ingatan saya. Selain karena rambutnya yang keriting (bukan ikal ya zer??), memorinya sangat tajam. Ketika itu, hari pertama (saya lupa. Mungkin hari kedua atau ketiga) pelajaran Bahasa Indonesia di kelas 1. Guru bahasa kita meminta setiap siswa untuk membaca sebuah prosa yang ada di buku, kemudian menceritakannya kembali di depan kelas. Saya ingat, ketika itu, saya bahkan belum menyelesaikan seluruh bacaan yang diminta karena waktu yang diberikan terlalu singkat (untuk ukuran saya) dan Zeri adalah orang pertama yang diminta menceritakan kembali isi prosa tersebut di depan kelas dan ia melakukannya dengan sempurna. Sungguh saya sangat terkagum-kagum ketika itu, karena ia bisa melakukan sesuatu yang belum bisa saya lakukan. “Hebat sekali isi dibalik rambut keriting itu” pikir saya. J Akhir cerita, zeri pindah sekolah. Sehingga, tak banyak siswa kelas I.2 yang mengingatnya. Termasuk kenyol,

Adrian

dan Dedi, teman sekelas saya ketika SMP. Saya adalah orang yang memaksa memori mereka untuk mengingat keberadaan zeri yang singkat dikelas kami ketika pertemuan itu terjadi disaat kita sudah berada di bangku universitas dan saya pula yang saling memperkenalkan mereka kembali :-D

Kiki, si Teuku Muda ini juga teman ku dari SMP, even we were not a classmate. Tapi saya sudah mengenalnya sejak SD saat perlombaan baca puisi. Hehehehe Ketika SMP kita juga tidak terlalu dekat. Hanya saja kita saling mengenal satu sama lain. SMA juga masih satu sekolah. Tapi komunikasi sangat seadanya. Ketika dibutuhkan saja. Hehehehehehe Anehnya, kedekatan mulai terasa ketika Kuliah. Komunikasi lebih banyak dan yang dibahas juga banyak. Dari soal keAcehan, Republik ini, politik, budaya, musik, buku, film, semua yang berkaitan dengan hidup dan kehidupan. Bersahabat adalah pure persahabatan..

Pertemuan yang akhirnya mendekatkan kami bertiga adalah pelaksanaan try out untuk siswa-siswa SMU se Aceh Timur (ketika itu Aceh Tamiang masih menjadi bagian dari Aceh Timur). Dan Mahasiswa asal Aceh Timur yang kuliah dimanapun (Kebanyakan Medan dan

Bandung

) adalah penyelenggaranya. Kita membuat persiapan dari izin sampai promo di radio dan sekolah-sekolah hingga semua aktivitas selesai dilaksanakan. Entah kenapa, setelah pelaksanaan beberapa kali try out dan akhirnya terhenti, kita seperti tanpa sengaja membentuk sebuah pertemuan yang hampir rutin terjadi ketika libur lebaran tiba. Zeri, Kiki dan Saya. Pernah suatu ketika, mereka sampai berjam-jam dirumah saya membicarakan semua hal yang mungkin sudah tersimpan selama setahun dan akhirnya diluapkan hanya dalam beberapa jam. Lagi-lagi soal film, buku, games, pasangan hidup, rencana hidup, politik, pekerjaan, kondisi Aceh, nostalgia, hingga memberikan semangat bagi Zeri untuk menemukan belahan jiwanya atau sekedar menguatkan yang sedang patah hati. hehehehehehehehe I remember your propaganda guys “Ade, remember us! forget him!” Hehehehehehehehehehehhehehehehehehehehehehehehehehhehehe

Setiap tahun, setiap pertemuan, pasti banyak perubahan-perubahan kecil terjadi. Tahun pertama masih seputar perkuliahan, tahun berikutnya seputar skripsi, tahun berikutnya seputar pekerjaan, tahun berikutnya….. siapakah yang lebih dahulu menikah???? Hehehehehhehehehe tahun berikutnya….. Masih akan adakah pertemuan-pertemuan singkat kita yang penuh kesan kawan????????

Puisi Dorothy

April 13th, 2008 by muana

Children Learn What They Live

(by Dorothy Law Nolte)

If a child lives with critism,

He learns to condemn.

If a child lives with hostility,

He learns to fight.

If a child lives with ridicule,

He learns to be shy.

If a child lives with shame,

He learns to feel guilty.

If a child lives with tolerance,

He learns to be patient.

If a child lives with encouragement,

He learns to be conficent.

If a child lives with praise,

He learns to appreciate.

If a child lives with fairness,

He learns justice.

If a child lives with security,

He learns to have faith.

If a child lives with approval,

He learns to like himself.

If a child lives with acceptance and friendship,

He learns to find love in the world.

Anak Belajar dari Kehidupannya

Jika anak dibesarkan dengan celaan,

Ia belajar memaki.

Jika anak dibesarkan dengan permusuhan,

Ia belajar berkelahi.

Jika anak dibesarkan dengan cemoohan,

Ia belajar rendah diri.

Jika anak dibesarkan dengan penghinaan,

Ia belajar menyesali diri.

Jika anak dibesarkan dengan toleransi,

Ia belajar menahan diri.

Jika anak dibesarkan dengan dorongan,

Ia belajar percaya diri.

Jika anak dibesarkan dengan pujian,

Ia belajar menghargai.

Jika anak dibesarkan dengan sebaik-baiknya perlakuan,

Ia belajar keadilan.

Jika anak dibesarkan dengan dengan rasa aman,

Ia belajar menaruh kepercayaan.

Jika anak dibesarkan dengan dukungan,

Ia belajar menyenangi dirinya.

Jika anak dibesarkan dengan kasihsayang dan persahabatan,

Ia belajar menemukan cinta dalam kehidupan.

JeRawat

February 19th, 2008 by muana

Parah bgt jerawatku akhir-akhir ini.. ga banci foto lagi deeee gara-gara jerawat ini.. jadi malu ma kamera.. wakakakakakaka… Img_2557

SuRviVe

January 21st, 2008 by muana

Kalo bicara soal dunia ini berputar, semua orang pasti percaya.. tapi jarang ada yang meyakini. Kalo pun yakin, cenderung hanya untuk menghibur diri. Tapi jauh dilubuk hatinya tetap saja ada penolakan-penolakan yang secara tak sadar mempengaruhi sikapnya.

Dua kejadian berbeda yang menimpa dua sahabatku benar-benar semakin membuatku yakin bahwa kesedihan meskipun karena alasan yang berbeda tetaplah berujung dengan air mata.

Sahabatku yang satu, baru saja ditinggalkan oleh ibunya yang telah lama menderita stroke, sementara ayahnya telah lebih dulu meninggal.

Sahabatku yang satunya lagi, sudah sebulan kehilangan adiknya yang melarikan diri dari rumah, kabarnya karena diguna-gunai oleh pacar yang tak direstui orang tuanya. Hal ini membuat ia dan ibunya yang sudah semakin senja bolak-balik Aceh-Jakarta untuk mencari, membuat laporan, dan segala urusan yang sangat menyita pikiran, perasaan, membuat kondisi fisik juga semakin menurun. Keluarga menjadi stress, beban yang menumpuk dikepala membuatnya merasa dunia tak berpihak lagi padanya. Sedih?? pasti.. belum lagi urusan percintaannya yang juga semakin kacau, membuatnya tak mampu untuk tak menangis ketika menelepon aku. Sudah sebulan ia menemani ibunya di Jakarta. Artinya, sudah sebulan pula ia tak masuk kerja dengan berbagai alasan.

Pffiuh… Aku juga pernah beberapa kali berada pada kondisi yang sangat rendah. Pada titik nol, yang aku sudah sangat-sangat pasrah.. Apapun bisa saja terjadi ditengah kondisi seperti itu. Tapi.. hidup harus terus berjalan.. Diam.. tanpa mencari, tanpa berusaha.. tak akan menyelesaikan persoalan. Berdo’a, berserah diri, terus berupaya untuk bangkit.. terus mencari jalan.. dan jangan pernah memutuskan hubungan dengan teman-teman positif, teman-teman yang selalu memberikan support.. akan mempercepat proses recovery.. Hiduplah dengan kehidupan